Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Gubernur NTT Launching Bansos Rastra di Kabupaten Kupang

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Frans Lebu Raya melakukan Peluncuran Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018 di Kabupaten Kupang, yang berlangsung di Oelamasi, 26 Pebruari 2018. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Forkopimda Kabupaten Kupang, para Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten dan Kota se NTT, Kadivre Perum Bulog NTT dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dalam sekapur sirihnya menyatakan bahwa Bansos Rastra merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada masayarakat, untuk itu atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Bupati mengucapkan terima kasih. Namun demikian menurut Bupati ada masyarakat yang bangga dan senang serta selalu berharap dapat bantuan, untuk itu dampak tersebut harus dipikirkan dan mendapat perhatian, karena bantuan tersebut dapat meninabobokan masyarakat dari kerja keras. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kupang mendorong masyarakat untuk membangun ekonomi keluarga dengan program Tanam Paksa-Paksa Tanam yang pada tahun 2016 lalu berubah menjadi Program Taman Eden yang dimaksudkan agar masyarakat memanfaatkan lahan yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari kerja kerasnya sendiri.

Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan bahwa Bansos Rastra merupakan bantuan pemerintah pusat yang dulu disebut sebagai Raskin, dengan harapan adalam kurun waktu tertentu bisa menjadi lebih mandiri bagi penerimanya. Jika Raskin dulu dengan tebusan Rp. 1.600 maka saat ini Rastra merupakan bantuan sosial tanpa tebusan, untuk itu harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa martabat hidup, derajat dan harga dirinya ditunjukkan dengan hidup dari hasil kerja keras sendiri.  Untuk itu menurutnya Rastra tidak boleh bersifat permanen, harus ada batasan kurun waktu tertentu seperti 3 atau 5 tahun dengan harapan dalam kurun waktu tersebut si penerima bisa hidup mandiri.

Lebih lanjut gubernur menyatakan bahwa prestasi Rastra bukan pada ketepatan waktu peyalurannya, tetapi penerima Rastra harus bisa menurun dari waktu ke waktu karena penerimanya telah hidup mandiri. Untuk itu gubernur meminta kepada masyarakat penerima, Rastra harus diterima sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras dan hasilnya lebih baik, sehingga bisa hidup dari hasil kerja keras sendiri. Gubernur juga meminta agar penentuan penerima Rastra harus disosialisasikan dan dimusyawarahkan dengan baik disetiap desa dan disepakati siapa yang dipandang layak menerima beras Rastra sehingga tidak menimbulkan kecemburuan.

Diakhir sambutannya Gubernur mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta kedamaian dalam menghadapi Pemilihan Gubernur dan Bupati yang akan berlangsung pada bulan Juni mendatang, karena menurut Gubernur masa jabatan gubernur dan bupati hanya lima tahun sedang rasa persaudaraan dibawa sampai mati.(djo)

 

Bupati Kupang Menyerahkakan Bansos Rastra kepada perwakilan penerima Bansos Rastra Kab. Kupang

Gubernur NTT Menyerahkakan Bansos Rastra kepada perwakilan penerima Bansos Rastra Kab. Kupang

Gubernur NTT dan Bupati Kupang melepas rombongan pengangkut Bansos Rastra 2018

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and