Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Diselenggarakan Di Kawasan Wisata Gunung Fatuleu

Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur diselenggarakan di kawasan wisata Gunung Fatuleu tepatnya di desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabubaten Kupang. Acara berlangsung Rabu, 11 Juli 2018, yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh  Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Ilyas Assad, MP., MH, Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alexander Sena, Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno, sejumlah pimpinan daerah se NTT, serta undangan lainnya.

Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan  Kalpataru tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni untuk kategori perintis lingkungan yakni masing-masing; Yoseph N. Lede dari desa Weerena, Kec. Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan kegiatan melakukan penghijauan pada lahan seluas 6 ha serta pengembangan budidaya tanaman hortikultura dan pupuk organik. Bernadus Wisang dari desa Bloro, Kec. Nita Kabupaten Sikka. Dengan kegiatan melakukan penghijauan pada lahan kritis seluas 5 ha. Rahman Lakapada dari desa Wolwal Barat Kec. Alor Barat Daya, Kab. Alor dengan kegiatan melakukan rehabilitasi lahan kritis seluas 13 ha. Sedangkan  Kategori Pengabdi Lingkungan diberikan kepada Stephanus Leti Lobo dari Kel. Wekarou Kec. Loli Kabupaten Sumba Barat, dengan kegiatan melakukan penghijauan lahan kritis pada areal seluas 8 ha. Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 mengangkat tema “Kendalikan Sampah Plastik”,

Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Ilyas Assad, MP., MH, ketika membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan bahwa saat ini Indonesia dihadapkan pada permasalahan dampak dari peningkatan aktivitas dan kebutuhan manusia, yaitu berupa penumpukan sampah plastik, yang hingga kini perlu dilakukan tindak lanjut pengelolaan yang cepat, tepat, dan ramah lingkungan. Hal ini sangat penting, mengingat sampah plastik merupakan benda yang tidak dapat terurai dalam waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun, dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan laut. Menurutnya komposisi sampah plastik menunjukan trend meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, dari 11% di tahun 2005 menjadi 15% di tahun 2015.

Selanjutnya dikatakan bahwa dari total timbulan sampah plastik, yang telah dilakukan daur ulang diperkirakan baru 10-15% saja, selain itu 60-70% ditimbun di TPA, dan 15-30% belum terkelola dan terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut Dengan demikian, guna mengatasi persoalan sampah kemasan plastik, maka diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat, seperti sinergi antara perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas sosial dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan.

Beliau mengharapkan melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia diharapkan dapat menambah semangat kita untuk senantiasa memperbaiki diri dalam berperilaku adil terhadap lingkungan, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pada iman. Dengan lingkungan yang bersih dari sampah dapat meningkatkan kenyamanan, perilaku ini agar terus berlanjut hingga menjadi suatu kebiasaan dan budaya, untuk ditularkan kepada lingkungan sekitarnya. Menurutnya kita membutuhkan tekad bersama untuk pelembagaan budaya bersih dan bijak dalam mengelola sampah.

Diakhir sambutannya ia mengajak hadirin untuk menjaga lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan sampah plastik, melakukan pemilahan sampah untuk diolah selanjutnya menjadi bahan produktif. Kepedulian lingkungan dengan upaya reduce, reuse, recyle pegelolaan sampah dan limbah patut ditingkatkan demi menjaga alam. Alam yang terjaga, akan memberikan fungsinya kepada manusia mulai dari fungsi pembawa/media, produksi sampai pada fungsi informasi, spiritual/healing, semua itu untuk kesejahteraan manusia.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and