Berdiam Diri Bukan Sikap Yang Tepat

Pj. Sekda Kab. Kupang Membuka Pekan Panutan PBB-PP

“Ditengah kondisi ekonomi yang bergejolak  maka sikap berdiam diri dan menunggu distribusi fiskal dari pemerintah pusat bukanlah pilihan sikap yang bijaksana karena sudah saatnya kita berpadu mengoptimalkan semua potensi sumber daya daerah bagi perluasan dan penciptaan basis pajak daerah yang penting dan strategis sebagai sumber pembiayaan program pembangunan yang menyentuh sendi-sendi fundamental kehidupan masyarakat”, demikan dikatakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Maclon Joni Nomseo,S.IP mewakili dan membacakan sambutan tertulis Bupati Kupang ketika membuka kegiatan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Kupang yang diselenggarakan di halaman depan  Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang. Kegiatan yang berlangsung Senin, 23 Juli 2018 dihadiri oleh Forkopimda, Asisten Administrasi Umum, Dra. Victoria M. Kanahebi, M.Si., para pimpinan OPD tingkat Kabupaten Kupang, para Camat, Kepala Desa dan Lurah, Pimpinan Bank NTT, Bank Mandiri, Bank BTN serta tokoh masyarakat dan wajib pajak.

Pj Sekda Kab. Kupang Meninjau Loket Pembayaran PBB-PP Bank NTT

Loket Pembayaran PBB-PP Bank Mandiri

 Loket Pembayaran PBB-PP Bank BTN

Selanjutnya dikatakan oleh Bupati bahwa sektor perpajakan masih memegang kunci strategis dalam pembiayaan pembangunan oleh karena itu kehidupan masyarakat yang sadar pajak harus terus diperjuangkan. Tahun 2018 merupakan tahun ke lima Pemerintah Kabupaten Kupang mengelola PBB-P2 sebagai pajak daerah, warisan permasalahan klasik masa lalu belum sepenuhnya terselesaikan diantaranya basis data subyek dan obyek pajak yang belum akurat seperti pendobelan SPPT, alamat subyek dan obyek pajak yang tidak jelas yang berujung pada meningkatnya akumulasi piutang PBB-P2 dari tahun ke tahun. Menurutnya kondisi tersebut sangat tidak bersahabat dengan tuntutan pengeluaran daerah yang semakin meningkat, untuk itu beliau berharap kita semua agar menjadi bagian masyarakat yang sadar pajak dan bukan justru pelaku penunggak pajak.

Selanjutnya Bupati juga mengajak hadirin untuk menempatkan diri secara benar dan tepat sebagai contoh dan tauladan yang baik bagi wajib pajak lainnya sekaligus memandang kewajiban membayar pajak bukan sebagai beban melainkan sebagai bentuk kesadaran bersama membangun Kabupaten Kupang. Dibagian lain Bupati juga meminta para camat, kepala desa dan lurah untuk mengambil peran lebih aktif untuk menggenjot penerimaan PBB-P2 dimasing-masing wilayah, “jangan menjadikan tugas pungutan pajak sebagai beban tetapi harus dipahami sebagai bentuk pengabdian bagi kemajuan Kabupaten Kupang”.

Menurut Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang sebagai panitia penyelenggara, kegiatan tersebut diantaranya dimaksudkan untuk memantapkan dan memasyarakatkan pelaksanan sistem tempat pembayaran ( SISTEP ) secara on line sebagai sarana pembayaran PBB-P2 secara terus menerus untuk memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban membayar PBB-P2. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai Wajib Pajak dalam memenuhi salah satu kewajiban perpajakan dengan membayar PBB-P2 tepat waktu.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and