Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Gubernur NTT tanam Kelor dan Lamtoro di Desa Fatuteta

Dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat lewat pemanfaatan potensi yang ada, Gubernur NTT Viktor Laiskodat melakukan kunjungan kerja di berbagai tempat di NTT termasuk di Kabupaten Kupang tepatnya di Desa Fatuteta Kec. Amabi Oefeto Kabupaten Kupang, Rabu (13-03-2019).

Pada kesempatan tersebut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kegiatan penanaman kelor dan lamtoro serta meninjau potensi lahan desa Fatuteta yang sangat potensial bagi pengembangan peternakan serta sebagai lokasi penanaman kelor lamtoro teramba.

Turut hadir bersama Gubernur NTT sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang diantaranya Sekda Kab. Kupang Ir. Obet Laha, Asisten 1 setda kab. Kupang Rima Salean, Karo Humas Provinsi NTT Marius Jelamu, Kadis Peternakan Provinsi NTT dan pejabat lainnya.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dalam arahannya nyatakan bahwa potensi lahan Desa Fatuteta sangat baik untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Dinyatakannya bahwa pengembangan peternakan merupakan upaya mensejahterakan kehidupan masyarakat dan mengembalikan kejayaan NTT sebagai lumbung ternak. Untuk itu dirinya berharap masyarakat dengan sadar menanam tanaman kelor, lamtoro teramba dalam rangka mencukupi kebutuhan pakan ternak. Dijelaskan Viktor, saat ini Perusahaan daerah NTT Flobamor siap menampung hasil ternak sapi masyarakat dan membeli dengan harga yang pantas dengan harapan masyarakat peternak mendapat keuntungan yang wajar. Selain itu jelasnya akan dibangun kerjasama peternakan dengan negara jepang dalam pengembangan ternak sapi wagio yang memiliki kualitas daging yang lembut.

Lebih lanjut dijelaskan Orang nomor satu di NTT tersebut, kelor dan teramba merupakan pakan ternak terbaik yang perlu dikembangkan.

“Kab. Kupang merupakan daerah yang kaya, karena disini punya banyak potensi seperti garam, ada potensi pengembangan sapi, baik di amfoang-amarasi ,” jelas Viktor. Bahkan kedepan di Kabupaten Kupang siap dibangun 3 proyek besar yang akan membangkitkan ekonomi dan kehidupan masyarakat diantaranya : pembangunan obsevatorium nasional gunung timau, pembangunan pipa bawah laut menuju australia, yang butuh 2000an pekerja, serta pengembangan industri garam berkualitas dari kabupaten kupang.

“Untuk itu Kita perlu siapkan seluruh anak muda disini, yang sadar untuk berkerja dan sungguh-sungguh berusaha untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Anak-anak muda harus bisa berkarya bagi kemajuan daerah ini”, jelas Viktor.

Tak lupa Gubernur Viktor juga menyoroti kekayaan budaya daerah NTT yang perlu dilestarikan ialah tenun ikat. Perempuan NTT jelasnya perlu tahu cara menenun yang baik. “Kedepan di Pemprov. NTT kita juga akan memakai pakaian tenun dalam berkantor tepatnya dihari Rabu dan Jumat,” jelasnya. Menurut Gubernur NTT, Revitalisasi budaya yang sudah lama mati, perlu dihidupkan kembali. Kita bangkitkan kembali dan lahirkan karya daerah yang berdampak bagi kemajuan bangsa.

Sementara itu Sekda Kab. Kupang Ir. Obet Laha menyambut positif kehadiran Gubernur NTT di Kab. Kupang sehingga memberikan semangat dan motivasi nyata bagi pembangunan di Kab. Kupang.  Terkait dengan Lahan ini di jelaskan sekda Obet rencananya akan dijadikan pusat pengembangan ternak dan pada tahun 2016 sempat dikomunikasikan dengan Pemrov DKI Jakarta untuk kerjasama namun belum berjalan. Terkait kondisi di Kab. Kupang dijelaskan Obet, diterapkan revolusi 5 P oleh Bupati Kupang Korinus Masneno yakni pembangunan secara revolusioner dibidang Pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan kelautan dan Di kab. Kupang.

Osias Amheka tokoh masyarakat Fatuteta dalam laporannya menyatakan rasa bangga atas kunjungan Gubernur NTT di Fatuteta. Menurutnya Kehadiran Gubernur Viktor mendorong dan motivasi bagi mereka untuk berkontribusi membangun dan memajukan daerah ini kedepan. Menurutnya Kebijakan dan perhatian Pemprov masih sangat dibutuhkan, dan diyakini dengan dukungan nyata pemerintah pasti memberikan semangat nyata bagi kemajuan daerah.

Pada kesempatan tersebut dirinya juga melaporkan dari Luas lahan fatuteta sebesar 2020 hektar terdapat lahan hutan 750 ha, dan padang 552 ha. Jumlah penduduk sebanyak 715 jiwa, dengan total kk 170.

Sumber: Bagian Humas Setda Kab. Kupang

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and