Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Peletakan batu pertama pembangunan jalan Bokong – Lelogama oleh Gubernur NTT

Harapan dan kerinduan masyarakat Amfoang akan akses transportasi dan infrastruktur yang semakin memadai mulai terjawab. Ungkapan rasa syukur di sambut dengan tawa bahagia mewarnai peletakan batu pertama pembangunan jalan Bokong – Lelogama, yang merupakan akses utama beberapa Kecamatan Amfoang menuju Kupang, Kamis (16 Mei 2019) oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat disaksikan langsung oleh Bupati Kupang Korinus Masneno dan Wabup Jerry Manafe serta turut dihadiri Anggota DPRD Kab. Kupang Habel Mbate, Sekda Kab. Kupang Obet Laha dan para pejabat Lingkup Pemprov NTT dan Kabupaten Kupang yang hadir.

Acara peletakan batu pertama tersebut dilaksanakan di Desa Hueknutu Kecamatan Takari diiringi dengan sambutan meriah masyarakat dua Kecamatan yakni Kecamatan Takari dan Kecamatan Amfoang Selatan yang merupakan 2 Kecamatan di Kabupaten Kupang yang dilintasi akses jalan yang dibangun sepanjang 40,075 kilo meter tersebut. Selama 210 hari 4 kontraktor di antaranya PT. Nusa Jaya Abadi, PT. Surya Agung Kencana, PT. Bumi Permai Nusantara dan PT. Berlian Asean akan mengerjakan 4 segmen jalan tersebut secara baik.

Bupati Kupang Korinus Masneno atas nama masyarakat Kabupaten Kupang mengucapkan terima kasih yang tulus atas perhatian Pemprov NTT dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sehingga pembangunan jalan permanen menuju Amfoang dapat terwujud tahun 2019 ini. Dijelaskan orang Nomor Satu di Kabupaten Kupang tersebut, harapan dan kerinduan masyarakat selama ini merupakan mimpi yang benar-benar terwujud hari ini. Dirinya berharap dengan peletakan batu pertama pembangunan jalan ini  dapat membuka akses dari dan menuju Amfoang dan menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kupang. 

Di akui Masneno luas wilayah kabupaten Kupang yang luasnya lebih kurang 5.800 km dan mencapai 3/4 wilayah provinsi Bali  membutuhkan sinergitas pembangunan baik dari Pemerintah pusat maupun dari Pemerintah Provinsi sehingga dapat mewujudkan keberhasilan pembangunan infrastruktur yang memadai. Kabupaten Kupang juga jelas Masneno merupakan garda terdepan NKRI, sebagai etalase depan karena berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste sehingga wajah pembangunan di Kabupaten Kupang khususnya di Amfoang menunjukan seperti apa Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang baik tentunya akan mengharumkan Indonesia di mata negara tetangga.

Harapan lainnya jelas Masneno, pembangunan infrastruktur jalan ini pasti akan mendukung suksesnya pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau yang ada di Amfoang Tengah Kabupaten Kupang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya menyatakan infrastruktur adalah stimulus pembangunan yang akan mempercepat roda pembangunan di daerah. Dirinya berharap infrastruktur yang terbangun dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan dalam rangka mewujudkan NTT yang bangkit dan sejahtera. Kepada Kontraktor yang berkerja, Gubernur Viktor harapkan agar berkerja dengan benar dan sungguh-sungguh sehingga hasil kerja bermanfaat bagi masyarakat. “Saya harap jalan ini dapat bertahan hingga 25 tahun kedepan,  sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Jangan baru satu tahun pakai sudah rusak, Saya akan minta pertanggungjawaban kontraktor,” tegas Viktor. Akses jalan yang baik ini juga dilakukan guna mendukung Pembangunan Observatorium luar angkasa, Observatorium Nasional Gunung Timau yang tahun depan sudah mulai dibangun di Amfoang. “Ini jelas jadi kebanggaan NTT khususnya masyarakat kabupaten Kupang dan Amfoang karena Observatorium ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan NTT,” jelas Orang Nomor satu di NTT tersebut.

Kendati demikian Gubernur Viktor nyatakan ada hal yang lebih penting dari sekedar pembangunan infrastruktur jalan yaitu meningkatkan sumber daya manusia NTT yang berkualitas. “Membangun infrastruktur mudah, dan uangnya bisa dicari, namun membangun Sumber Daya Manusia NTT yang berkualitas harus dimulai saat ini, dengan serius” ungkapnya. Dikatakan Viktor Anak-anak NTT harus dididik dengan baik dan sejak dini harus ditanamkan semangat Nasionalisme dan intelektual yang baik. Anak-anak jelasnya merupakan kebanggaan dan merupakan benteng NKRI. Sehingga peran sekolah dalam mendidik dan membentuk SDM berkualitas harus benar-benar dilaksanakan. “Kita siapkan pendidikan tebaik dan anak-anak kita harus jadi hebat. Kita perlu kolaborasi menyiapkan guru-guru yang hebat, pintar dengan kurikulum terbaik yang kita ciptakan. Infrastruktur kita benahi namun SDM kita akan terus tingkatkan kualitasnya,” jelas Viktor. Terkait dengan kondisi berbatasan dengan negara Lain, Jelas Viktor, Pulau Timor merupakan pulau yang hebat karena dalam satu pulau yang kecil terdapat 2 negara yang jika bergandengan tangan dan memiliki semangat yang sama untuk maju dan membangun akan hasilkan pulau yang hebat, pulau yang maju.

Kadis PUPR Provinsi NTT Maksi Nenabu dalam laporannya menyatakan pembangunan jalan dilaksanakan selama 210 hari meliputi 4 segmen yang dimulai dari Bokong Kecamatan Takari sampai di Lelogama Kec. Amfoang Selatan dengan panjang 40,075 Km. Jalan ini jelasnya merupakan akses utama dari Kupang Menuju Fatumonas Amfoang Tengah sebagai Lokasi pembangunan Observatorium Nasional Gunung Timau dan Taman Nasional Langit Gelap. Dari 28 paket konstruksi jalan dan jembatan di NTT jalan ini merupakan yang terpanjang dengan jumlah anggaran Rp. 168.359.572.000 yang diterima oleh 4 Kontraktor. Luas jalan ini 11 meter dengan badan jalan 5,5 m dan dilengkapi pasangan batu dan drainase.

Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Kupang

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and