Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

KONDISI UMUM

WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN KUPANG

                     Kabupaten kupang yang terdiri dari 24 Kecamatan, dengan luas wilayah 5,431,23 Km² atau 543,123 Ha, Secara Geografis Kabupaten Kupang terletak pada 121º 15′ BT-124º 11′ BT dan 9º .19′ LS-10º ,57′ LS dengan batas – batas wilayahnya :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sawu, Selat Ombai.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten TTS dan Ambeno/Timor Leste.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua dan Laut Sawu.

SOSIAL KEPENDUDUKAN.

Jumlah penduduk Kabupaten Kupang mengalami kenaikan yang cukup statis mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 dan mengalami penurunan pada tahun 2009,dengan perolehan data terakhir total keseluruhan penduduk tahun 2009 sebesar 303.998 jiwa….

KAWASAN SUAKA ALAM, PELESTARIAN ALAM DAN CAGAR ALAM.

Yang termasuk dalam kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Kupang antara lain adalah suaka Marga Satwa, kawasan pantai berhutan Bakau, taman hutan raya, serta taman wisata alam dan taman wisata alam laut.

1.) Suaka Margasatwa

Suaka Marga Satwa dan Suaka Marga Satwa Laut adalah :

  1. Kawasan yang di tunjuk merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari suatu jenis satwa yang dilakukan upaya konservasinya;
  2. Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi;
  3. Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu;
  4. Mempunyai luas yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.

Luas Kawasan Marga Satwa yang terdapat di Kabupaten Kupang adalah seluas 2.949,50 ha. Adapun pembagian kawasan Suaka Marga Satwa yang ada di Kabupaten Kupang antara lain  : SM Danau Doudde, SM Perhalu, SM Menipo dan SM Amalato.

Beberapa kegiatan yang dilarang karna dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan Suaka Marga satwa alam adalah :

  • Melakukan perburuanterhadap satwa yang berada di dalam kawasan
  • Memasukan jenis tanaman / tumbuhan dan satwa bukan asli ke dalam kawasan
  • Memotong, Merusak, Mengambil, Menebang dan Memusnahkan tumbuhan dan satwa dalam dan dari kawasan
  • Menggali atau membuat lubang pada tanah yang mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa di dalam kawasan, atau
  • Mengubah bentang alam kawasan yang mengusik atau mengganggu kehidupan tumbuhan dan satwa.

Sesuai dengan fungsinya, Suaka Margasatwa dapat di manfaatkan untuk :

  • Penilitian dan Pengembangan
  • Ilmu Pengetahuan
  • Pendidikan
  • Wisata Alam terbatas
  • Kegiatan Penunjang Budidaya

2.) Kawasan Pantai Berhutan Bakau

Hutan pada Kawasan pesisir seperti hutan Mangrove merupakan salah satu ekosistem alamiah yang unik dan mempunyai nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi.

Luas hutan bakau di Kabupaten Kupang menurut status yang ditetapkan oleh propinsi NTT adalah seluas 4.197,09 ha yang terbesar di Bipolo, kecamatan Sulamu, Desa Pariti Kecamatan sulamu, Nunkurus Desa Nunkurus Kecamatan Sulamu, Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah, Bakau di pantai Nenas Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur, Lifuleo Kecamatan Kupang Barat, Desa Akle Kecamatan Semau Selatan. Hutan Bakau merupakan upaya pencegahan terhadap bencana alam, pengendapan lumpur, penambah unsur hara, penambat racun, sumber alam dalam kawasan (in-situ) dan luar kawasan (ex-situ), sumber plasma nutfah, rekreasi dan pariwisata, sarana pendidikan dan penilitian, memelihara proses-proses dan sistem alami, penyerapan karbon, memelihara iklim mikro, serta mencegah berkembangnya tanah sulfat masam.

Arahan pengembangan yang dapat dilakukan pada kawasan pantai yang berhutan bakau adalah :

  • Melakukan penetapan preservasi dan konservasi hutan Mangrove, melalui perundang-undangan (Perda)
  • Menetapkan kawasan hutan Mangrove yang telah mengalami kerusakan sebagai kawasan preservasi hutan mangrove.
  • Menetapkan kawasan sekitar hutan Mangrove (radius 100 m) yang telah mengalami kerusakan sebagai kawasan konservasi hutan Mangrove..
  • Merehabilitasi hutan Mangrove dengan melakukan penanaman kembali Mangrove.
  • Menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekosistem hutan Mangrove dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
  • Melakukan pengukuran serta pemetaan kawasan hutan Mangrove
  • Melakukan pengendalian terhadap kemungkinan pemanfaatan kawasan yang menyalahi prinsip-prinsip lingkungan.

3.) Taman Hutan Raya

Tanaman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian yang terutama dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau bukan asli, pengembangan ilmu pengetahuan , pependidikan dan latihan, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman hutan raya adalah :

  • Merusak kekhasan potensi sebagai pembentuk ekosistem
  • Merusak keindahan dan gejala alam
  • Mengurangi luas kawasan yang telah ditentukan
  • Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan atau rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.

Sesuai dengan fungsinya, taman hutan raya dapat dimanfaatkan untuk :

  • Penilitian dan Pengembangan.
  • Ilmu pengetahuan.
  • Pendidikan.
  • Kegiatan penunjang budidaya.
  • Pariwisata alam dan rekreasi.
  • Pelestarian budaya.

4.) Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut

Taman wisata alam adalah Kawasan pelestarian alam di darat maupun di laut yang terutama di manfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. adapun luas kawasan taman wisata alam dan taman wisata alam laut menurut status yang di tetapkan propinsi NTT adalah seluas 63.233,60 ha meliputi TWA. Camplong(696 ha), TWA. Baumata (800 ha, TWA. Laut Teluk Kupang(50.000 ha). Beberapa kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi kawasan taman wisata alam adalah :

  • Berburu, menebang pohon, mengangkut kayu dan satwa atau bagian-bagiannya di dalam dan diluar kawasan, serta memusnahkan sumber daya alam di dalam kawasan.
  • Melakukan kegiatan usaha yang menimbulkan pencemaran kawasan.
  • Melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan rencana pengelolaan dan rencana pengusahaan yang telah mendapat persetujuan dari pejabat yang berwenang.

Sesuai dengan fungsinya,taman wisata alamdapat di manfaatkan untuk :

  • Pariwisata alam dan rekreasi
  • Penilitian dan Pengembangan berupa Karya wisata, Widia wisata, dan pemanfaatan hasil penilitian serta peragaan dokumentasi tentang potensi kawasan wisata alam tersebut.
  • Pendidikan,
  • Kegiatan penunjang budaya.

5.) Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu  Pengetahuan

Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan meliputi : Lingkungan non bangunan, Lingkungan bangunan non gedung, Lingkungan Bangunan gedung dan halamannya dan kebun raya yang telah memiliki umur lebih dari 50 tahun dan perlu di lestarikan.

Kawasan Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan Kabupaten Kupang adalah di Kawasan Wisata Baumata dimana terdapat Dam Oeltuaserta Gua dan Mata Air Baumata, semua obyek yang terdapat di wilayah Baumata ini dapat dimanfaatkan untuk penilitian serta menambah pengetahuan tentang pemanfaatan embung untuk irigasi, pemanfaatan kawasan sekitar mata air untuk periwisata serta mempelajari tentang lokasi bekas tambang.

Indikasi program Kawasan Suaka Alam , pelestarian alam dan cagar budaya meliputi :

  • Program Pengembangan Kawasan suaka Margasatwa, Kawasan berhutan bakau, Kawasan taman hutan raya, Taman Wisata Alam dan Taman Wisata Alam Laut.
  • Program pengendalian pembangunan kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya.

 

Sumber : Buku Rencana Tata Ruang Kabupaten Kupang 2010

Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and