Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Perikanan & Kelautan

Potensi dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Laut

Sebagai salah satu kabupaten kepulauan yang memiliki sekitar 24 pulau besar dan kecil (lihat Lampiran 1), dengan perairan laut yang cukup luas dan garis pantai yang cukup panjang, maka wilayah pesisir dan laut Kabupaten Kupang tentunya memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar pula. Potensi penangkapan ikan dan non ikan sudah menjadi andalan daerah ini sejak lama, dan menjadi salah satu penyuplai bahan pangan protein dari sumber ikan ke Kota Kupang maupun diantar pulaukan ke Pulau Jawa, Bali dan Sulawesi, dan sebagian lagi diekspor.

 Karakteristik Wilayah Pesisir dan Laut Kabupaten Kupang

 Selain memiliki beberapa pulau kecil terluar yang tidak berpenghuni, wilayah Kabupaten Kupang juga secara administratif berbatasan dengan Laut Sawu di sebelah utara, di sebelah selatan dengan laut Timor, di sebelah Timur dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan wilayah Oekusi (bagian negara Timor Leste), dan sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Rote Ndao dan Samudera Indonesia.

Luas wilayah laut yang menjadi kewenangan pengelolaan Kabupaten Kupang diperkirakan 3.118 km2, dengan panjang garis pantai sejauh 423,86 km. Demikian pula Kabupaten Kupang hampir sebagian wilayah daratannya berada di wilayah pesisir pantai.

Dari lokasi yang ada, karakteristik pantai dan lautnya beragam antara karang, pasir maupun campuran karang dan kerikil, serta sebagian lagi berlumpur.

Wilayah pantai yang berada di Teluk Kupang, pantai dan lautnya relatif lumpur berpasir dengan kondisi agak landai, karena terdapat beberapa muara sungai, dimana umumnya didominasi ekosistem mangrove. Wilayahnya meliputi Kecamatan Sulamu, Kupang Timur, dan sebagian lagi di Kecamatan Kupang Tengah, sehingga selama ini dimanfaatkan untuk usaha budidaya air payau (tambak ikan), maupun tambak garam.

Pantai berpasir umumnya ditemukan di pesisir pantai Kecamatan Kupang Barat, Semau, Pantai Amfoang Utara dan sebagian lagi di Pulau Raijua. Karakteristik pantai dan laut ini banyak ditumbuhi ekosistem padang lamun, serta sangat cocok untuk dikembangkan budidaya rumput laut, serta budidaya ikan dan mutiara.

Di lain pihak, karakteristik pantai dan perairan yang berkarang, dapat ditemukan pada hampir sebagian besar lokasi di desa-desa pantai yang ada. Beberapa lokasi yang memiliki potensi terumbu karang untuk pengembangan wisata bahari termasuk wisata bawah laut, yakni perairan di sekitar Pulau Kera di Desa Uiasa (Kecamatan Semau) maupun pada perairan di Desa Tablolong (Kecamatan Kupang Barat).

Sebaliknya, beberapa wilayah pesisir dan laut telah menunjukkan degradasi lingkungan yang sangat memrihatinkan, baik itu terhadap kondisi terumbu karang, maupun hutan bakau. Aktifitas manusia dianggap menjadi penyebab utamanya. Kegiatan penangkapan ikan dan biota laut lainnya yang bersifat destruktif, pemanfaatan terumbu karang yang tidak terkendali, pengambilan pasir laut serta penebangan pohon bakau untuk kayu bakar, menjadi alasan-alasan kerusakan lingkungan pantai dan ekosistemnya.

Gambaran karakteristik pantai, laut dan ekosistem pendukungnya dapat dilihat pada Tabel. 1.1.

No Kecamatan Panjang Grs Pantai (km) Karakteristik Perairan Ekosistem Pantai dan Laut Keterangan(Pulau Kecil, dll)
Terumbu Krg (ha) Lamun(ha) Mangrove (ha)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Semau 98,25 Pasir, karang 50 220 – P.Kera- P.Kambing
2. Semau Selatan **) Pasir, karang **) **) **) – P.Merah- P.Tabui
3. Kupang Barat 25,00 Pasir, karang 600 640 153,1
4. Nekamese 12,50 Pasir, kerikil 22 223 – pulau kecil(8 pulau)
5. Kupang Tengah 14,50 Pasir berkerikil, lumpur 4,7
6. Taebenu
7. Amarasi
8. Amarasi Barat 23,00 Karang, pasir *) *) *) – P.Tubuafu
9. Amarasi Selatan *) Pasir, karang *) *) *)
10. Amarasi Timur *) Pasir, lumpur *) *) *)
11. Kupang Timur 4,50 Lumpur berpasir, lumpur 3.839,5
No Kecamatan Panjang Grs Pantai (km) Karakteristik Perairan Ekosistem Pantai dan Laut Keterangan(Pulau Kecil, dll)
Terumbu Krg (ha) Lamun(ha) Mangrove (ha)
12. Amabi O. Timur
13. Amabi Oefeto
14. Sulamu 95,00 Berpasir, lumpur, dan berkarang 27 470 – P.Burung- P.Tikus
15. Fatuleu Pasir, karang
16. Fatuleu Barat 25,50 Pasir, karang *) *) *) – Pulau Kecil(1 pulau)
17. Fatuleu Tengah
18. Takari
19. Amfoang Selatan
20. Amfoang B. Daya *) Pasir, lumpur, karang *) *) – Pulau Kecil(2 pulau)
21. Amfoang Utara *) Pasir, Karang *) *)
22. Amfoang B. Laut *) Pasir, lumpur, karang *) *)
23. Amfoang Timur *) Pasir, lumpur, karang *) *) – P. Batek
24 Amfoang Tengah

Potensi perikanan tangkap (sebaran menurut jenis ikan dan non ikan)

Tak bisa disangkali bahwa potensi perikanan tangkap perairan laut Kabupaten Kupang cukup besar. Wilayah penangkapan (fishing ground) yang hampir tersebar di seluruh perairan wilayah ini menjadi tujuan utama bagi nelayan yang berada di Kabupaten Kupang, Kota Kupang maupun dari daerah lain (Sulawesi Tenggara, Sulsel, dan Jatim). Sebagian besar nelayan di Kota Kupang dan beberapa Kabupaten lainnya banyak yang melakukan penangkapan ikan dan non ikan di wilayah perairan Kabupaten Kupang. Hal ini terbukti dari banyaknya surat ijin penangkapan yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang untuk nelayan yang berdomisili di luar wilayah Kabupaten Kupang.

Dari data dan informasi yang diperoleh selama ini, sebaran potensi sumberdaya ikan dan non ikan untuk beberapa jenis ikan baik pelagis besar dan ikan demersal yang dominan tertangkap oleh nelayan, cenderung menyebar pada perairan laut Kabupaten Kupang. Namun demikian jenis-jenis ikan tertentu seperi kakap dan kerapu biasanya tertangkap di sekitar perairan pantai Kabupaten Kupang.

Untuk jenis ikan cakalang, tuna dan tongkol sering tertangkap di perairan Laut Timor dan perairan Laut Sawu, sedangkan jenis-jenis ikan pelagis kecil, hampir sebagian besar dijumpai di seluruh perairan Kabupaten Kupang, dengan beberapa jenis dominan yang tertangkap seperti ikan kembung, tembang, ikan terbang, julung-julung, dan selar.

Untuk sebaran potensi penangkapan non ikan seperti cumi-cumi, ubur-ubur dan teripang sering ditangkap di perairan pantai Kupang Barat, Semau dan Semau Selatan, sedangkan untuk lobster dijumpai di perairan Laut Timor ( wilayah perairan Amarasi Barat, Amarasi Selatan dan Amarasi Timur).

Gambaran sebaran potensi perikanan tangkap (ikan dan non ikan) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan Gambar 1.

Tabel 1.2. Potensi dan Sebaran Jenis Ikan dan Non Ikan Dominan yang Tertangkap

No Kecamatan Potensi dan Jenis Ikan/non ikan Dominan
Pelagis Besar Pelagis Kecil Demersal Non ikan
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Semau Tongkol, tuna Tembang, kembung,  peperek, ikan terbang Cumi-cumi, Ubur-ubur, teripang
2. Semau Selatan Tongkol, tuna Tembang, kembung,  peperek, ikan terbang Kakap Cumi-cumi, Ubur-ubur, teripang
3. Kupang Barat Tongkol Tembang, julung-julung, peperek Ek.kuning, kpl.batu Udang, Lobster, Cumi- cumi, Ubur-ubur, teripang
4. Nekamese Cakalang Selar, layang Ek.kuning,  kepala batu
5. Kupang Tengah Teri, selar, tembang, layang, julung-julung Udang, teripang, kepiting
6. Taebenu
7. Amarasi
No Kecamatan Potensi dan Jenis Ikan / Non Ikan Dominan
Pelagis Besar Pelagis Kecil Demersal Non Ikan
8. Amarasi Barat Cucut, cakalang Tembang, Ekor kuning Udang, lobster, teripang
9. Amarasi Selatan Cucut Tembang, ikan terbang Lobster
10. Amarasi Timur Cucut Tembang, teri, ikan terbang Udang, kepiting
11. Kupang Timur Teri, belanak, tembang Udang, teripang, kepiting
12. Amabi O. Timur
13. Amabi Oefeto
14. Sulamu Tongkol Tembang, teri, peperek Ekor kuning, kepala batu Udang, kepiting
15. Fatuleu
16. Fatuleu Barat Tembang, teri, ikan terbang
17. Fatuleu Tengah
18. Takari
19. Amfoang Selatan
20. Amfoang Barat Daya Tembang, teri, ikan terbang
21. Amfoang Utara Cakalang Tembang, teri, ikan terbang
22. Amfoang Barat Laut Cakalang Tembang, teri, ikan terbang
23. Amfoang Timur Cakalang Tembang, teri, ikan terbang Kepiting
24 Amfoang Tengah

Sumber : Database Potensi Sumberdaya Perikanan dan Permasalahan Pengelolaannya di Kabupaten Kupang – 2008

Gambar 1. Peta Sebaran Potensi Sumberdaya Ikan dan Non Ikan

peta sebaran potensi sumberdaya ikan dan non ikan

Potensi Perikanan Budidaya (sebaran menurut luasan dan jenis)

Potensi perikanan budidaya di wilayah perairan dan pantai Kabupaten Kupang juga cukup besar. Beberapa komoditi ekonomis penting yang sudah dibudidayakan oleh sebagian besar nelayan/pembudidaya adalah rumput laut dan budidaya ikan, sedangkan budidaya mutiara dilakukan oleh perusahaan PMA yakni PT. Timor Otsuki Mutiara (PT.TOM).

Komoditi rumput laut saat ini menjadi primadona pengembangan budidaya laut di Kabupaten Kupang, karena mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir baik untuk pembudidaya rumput laut atau nelayan sambilan maupun pelaku usaha perikanan seperti pengumpul hasil, distributor dan jasa transportasi laut.

Sebaran lokasi potensi dan pengembangan budidaya rumput laut umumnya hampir pada setiap perairan pantai di seluruh wilayah kecamatan pesisir. Namun demikian, usaha budidaya rumput laut sampai saat ini lebih banyak digeluti oleh masyarakat pesisir di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kupang Barat, Semau, Semau Selatan.

Wilayah-wilayah ini merupakan sentra produksi komoditi rumput laut. Produksi rumput laut juga mengalami peningkatan, dan yang terdata secara total mencapai sekitar 3.757,16 ton pada tahun 2007, dan umumnya hasil produksinya diantarpulaukan ke Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar/Sulsel.

Potensi budidaya laut lainnya yang juga sudah diujicobakan oleh nelayan di beberapa kecamatan (Kupang Barat dan Sulamu) yakni budidaya ikan di keramba jaring apung (KJA) dengan komoditi ikan kerapu dan kakap.

Untuk potensi pengembangan budidaya mutiara hingga saat ini terdapat di perairan Selat Semau yakni perairan sekitar Kecamatan Kupang Barat, Semau dan Semau Selatan. Hasil produksi mutiara umumnya dipasarkan ke Jakarta ataupun diekspor (Jepang). Gambaran sebaran areal potensial pengembangan budidaya laut seperti pada Tabel 1.3. dan Gambar 2.

peta sebaran areal potensi pengembangan budidaya laut

  • Potensi dan Pemanfaatan Perikanan Air Tawar/Payau

Sebaran potensi budidaya air tawar dan payau tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Sulamu, Fatuleu, Kupang Timur, Kupang Tengah, Amabi Oefeto Timur, Takari dan Amfoang Selatan.

Besarnya lahan potensial pengembangan budidaya air tawar dan payau sekitar 848,70 ha, namun demikian yang baru dimanfaatkan sekitar 185,20 ha, dimana produksinya mencapai 1.277,93 ton yang meliputi komoditi udang, bandeng, serta jenis ikan air tawar seperti karper, nila dan tawes. Dari jumlah tersebut, produksi ikan bandeng umumnya berasal dari Kecamatan Kupang Timur, Kupang Tengah dan Sulamu sebesar 923,00 ton, sisanya merupakan produksi ikan air tawar.

Kegiatan budidaya air tawar dan payau relatif belum berkembang, dan umumnya lebih bersifat tradisional. Potensi budidaya air tawar hanya pada lokasi yang memiliki ketersediaan sumber air tawar secara terus menerus sepanjang tahun seperti di Desa Camplong (Kecamatan Fatuleu), Desa Fatukanutu dan Desa Noekele (Kecamatan Kupang Timur), serta Kecamatan Amabi Oefeto Timur.

Gambaran sebaran potensi dan produksi budidaya air tawar dan payau seperti pada Tabel 1.4. dan pada Gambar 3.

peta sebaran potensi budidaya ikan air tawar

Tabel 1.4. Potensi dan Produksi Budidaya Air Tawar/Payau

No. Kecamatan Potensi(ha) Dimanfaatkan (ha) Produksi1)(ton) Jenis- jeins budidaya/usaha Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (6)
1. Raijua 1) data s/d
2. Sabu Barat 5,00 2,50 0,08 Karper, nila     Tahun 2007
3. Hawu Mehara 2) data tidak
4. Sabu Timur 3,00 1,20 0,40 Karper      tersedia
5. Sabu Liae 50,00 3,00 Bandeng, garam 3) data masih
6. Sabu Tengah    gabung Kec.
7. Semau    Kupang Timur
8. Semau Selatan
9. Kupang Barat 10,00 8,00 3,20 Kolam ikan tawes
10. Nekamese
11. Kupang Tengah 56,50 5,65 Bandeng, garam
12. Taebenu 2) 2) 2)
13. Amarasi 2) 2) 2)
14. Amarasi Barat 5,00 0,90 0,15 Tawes,Nila,Karper
15. Amarasi Selatan
16. Amarasi Timur 100,00
17. Kupang Timur 44,001.750,00 8,00350,00 500,00**) – Bandeng- garam
18. Amabi O. Timur 9,50 0,80 0,40 Nila,Karper
19. Amabi Oefeto 3) 3) 3) 3)
20. Sulamu 410,00290,003,00 106,00-0,50 423,00– – Bandeng- Udang- Artemia
21. Fatuleu 0,70 0,55 300,00 Nila, Karper
22. Fatuleu Barat
23. Fatuleu Tengah
24. Takari 12,00 2,00 0,70 Nila, Karper
25. Amfoang Selatan
26. Amfoang B. Daya
27. Amfoang Utara
28. Amfoang B. Laut
29. Amfoang Timur
  Jumlah 2.748,70 489,10 1.227,93    

Sumber : Database Potensi Sumberdaya Perikanan dan Permasalahan Pengelolaannya di Kabupaten Kupang

POTENSI SUMBERDAYA PERIKANAN  KABUPATEN KUPANG
DAN PEMANFAATNANNYA
No Jenis Komoditi Lokasi/Daerah Penyebaran Potensi (ton, ha) Pemanfaatan/ Produksi (ton, ha) Sarana dan Prasarana Penunjang Keterangan
1 2 3 4 5 6 7
 
1 Pelagis Besar
– Tuna/Cakalang – Laut Sawu & Laut Timor 15.000 ton 85,80 ton -Alat tangkap : long-line, pole and line purse seine – Telah tersedia lahan/Kawasan Industri untuk investor long dan rencana akan dibangun th.2004
– Tongkol sda 10.000 ton 5.000 ton
– Tenggiri sda 5.000 ton 966 ton -Alat bantu penangkapan ikan (rumpon)
2 Ikan pelagis kecil Perairan Pantai P. Semau, dan P. Timor  25.000  ton 3.120,25 ton -Alat tangkap : Purse seine, Gillnet, jala lompo/ payang, beach seine dan bagan. – Telah tersedia bandara, Bank, Perhotelan, Telekomunikasi dan Sarana Prasarana
(Tembang, layang,
kembung, dll)
-Penunjang : Perahu dan lampu
1 2 3 4 5 6 7
3 Ikan Demersal Perairan Pantai P. Semau, dan P. Timor 5.000 ton 363,95 ton -Alat tangkap: Rawai dasar, pancing, bubu
(Kerapu, Kakap,
 Ekor kuning) -Sarana : perahu motor
4 Non ikan Perairan Pantai P. Semau, dan P. Timor 15 ton 4,20  ton -Alat tangkap : Trammel net
a. Lobster -Sarana : Perahu motor, alat selam
b. Udang Putih Kec. Amarasi, Kecamatan Sulamu (Pariti, Oeteta), Kupang Timur (Nunkurus, Merdeka, Babau  dan  Kec. Kupang Tengah (Oebelo) 160 ton 59,80 ton -Alat tangkap : Tramel net, Sero
-Sarana : Perahu/sampan
c. Cumi-cumi Kecamatan Semau dan Semau Selatan 150 ton 35 ton -Alat tangkap : Jala lompo
-Sarana : Perahu/sampan
5 Lahan Budidaya
a.  Laut Kec. Semau, Sulamu dan Kpg Timur
    Teripang 50  ha — ha Belum dimanfaatkan
1 2 3 4 5 6 7
     Mutiara Kecamatan Kupang Barat :- Desa Bolok; Batu Bao. 250 Ha 20  ha – Metode Rakit dan Long-line
Kec. Semau :’- Desa Huilelot; Uitao & Onansila. 150 Ha 60 ha
   Rumput Laut Perairan Pesisir Pantai P. Semau, dan  P. Timor.  11.587 ha 1.500 Ha – Sampan Perkiraan produksi  10.000 ton/ha
– Metode long line, lepas dasar
   Kerapu Kec. Semau (Hansisi, Uitao dan Bokunusan) Kec. Kpg Barat (Tablolong, Tesabela dan Bolok)  150  ha — ha – Sampan Balai Benih Ikan pantai, sementara di bangun di Tablolong.
– Metode keramba jaring apung
b.  Air Payau
   Lahan Tambak Kec. Kupang Timur : – Desa Nunkurus, Babau, Merdeka. 1,750 Ha. 100 Ha Tambak bandeng tradisional – Tambak udang dan kepiting belum diusahakan
1 2 3 4 5 6 7
Kec. Kupang Sulamu :- Desa Pariti, Oeteta, Bipolo. – Perkiraan produksi bandeng  2 Ton/Ha
Kec. Kupang Tengah : – Desa Oebelo, Noelbaki & Tarus.
Kec. Amarasi Timur : – Desa Oemoro
c.  Air Tawar Kec. Kupang Timur :- Desa Nunkurus, Babau, Merdeka. 127,50 ha. 14,0 ha. Keramba jaring apung, kolam air deras dan kolam gizi
Tuatuka, Naibonat, Kairane, Fatukanutu, Kuaheum
Kec. Kupang Tengah :- Desa Oebelo, Noelbaki, Tarus, – Kec. Taebenu (Baumata)
Kec. Amarasi (Nonbes, Kotabes)
Amarasi Tengah :  Sonraen, Buraen, Retaraen.
Amarasi Barat : Miukbaun, Merbaun, Tunbaun
1 2 3 4 5 6  7
Amarasi Timur (Enoraen)
Sulamu (Bipolo, Oeteta, Parity, Pitay)
Fatuleu (Camplong, Oebola)
Takari (Takari, Benu, Kauniki)
Amf. Selatan (Lelogama, Oaem, Fatumonas)
Amf. Utara (Afoan, Naikliu)
Amf. Barat Laut (Soliu)
Amf. Timur (Netemnanu Utara)

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang

produksi ikan

 

produksi non ikan

hutan bakau dan erumbu karang

DATA JUMLAH NELAYAN MENURUT ALAT TANGKAP DI KABUPATEN KUPANG TAHUN 2008-2011

NO KECAMATAN JUMLAH  NELAYAN KET

PENUH

SAMBILAN  PENUH

SAMBILAN TAMBAHAN

2008 2010 2011 2008 2010 2011 2008 2010 2011
1 RAIJUA 119 161 45  
2 SABU BARAT 128 101 108  
3 HAWU MEHARA 17 46 160  
4 SABU TIMUR 63 75 55  
5 SABU LIAE 25 175  
6 SABU TENGAH 15 55 62  
7 SEMAU 160 199 77  
8 SEMAU SELATAN 80 83 145  
9 KUPANG BARAT 419 215 140  
10 NEKAMESE 78 68 44  
11 KUPANG TENGAH 150 155 123  
12 TAEBENU    
13 AMARASI 55  
14 AMARASI BARAT 17 45 80  
15 AMARASI SELATAN   40 43  
16 AMARASI TIMUR   83 69  
17 KUPANG TIMUR 95 130 37  
18 AMABI O. TIMUR  
19 AMABI OEFETO  
20 SULAMU 461 401 230  
21 FATULEU        
22 FA TULEU BARAT 30 41 16  
23 FATULEU TENGAH    
24 TAKARI    
25 AMFOANG SELATAN 15 33  
26 AMFOANG B DAYA 35 132 59  
27 AMFOANG UTARA 32 55 81  
28 AMFOANG B LAUT 90 170 77  
29 AMFOANG TIMUR 30 89 62  
JUMLAH 2.019   2.384 1.976  –  
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang

NO

KECAMATAN

JUMLAH  PEMBUDIDAYA (ORANG)

KET

RUMPUT LAUT

KOLAM

TAMBAK

2007 2008 2011 2007 2008 2011 2007 2008 2011
1 RAIJUA 4.180 4.180
2 SABU BARAT 75 75 19 19
3 HAWU MEHARA 2.725 2.725
4 SABU TIMUR 2.000 2.000 2 2 20 20
5 SABU LIAE 3.500 3.500
6 SABU TENGAH
7 SEMAU 995 995 4 4 80 80
8 SEMAU SELATAN 678 678     52 52
9 KUPANG BARAT 1.650 1.650 6 6 18 18
10 NEKAMESE 40 40
11 KUPANG TENGAH 70 70 18 18
12 TAEBENU 10 10
13 AMARASI 30 30
14 AMARASI BARAT 20 20
15 AMARASI SELATAN 15 15 25 25
16 AMARASI TIMUR
17 KUPANG TIMUR 190 190 54 54
18 AMABI O. TIMUR 15 15
19 AMABI OEFETO 20 20
20 SULAMU 16 16 180 180
21 FATULEU 60 60
22 FA TULEU BARAT
23 FATULEU TENGAH
24 TAKARI 30 30
25 AMFOANG SELATAN 10 10
26 AMFOANG B DAYA
27 AMFOANG UTARA
28 AMFOANG B LAUT
29 AMFOANG TIMUR
JUMLAH 15.858 15.858   527 527   422 422    
Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang
Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and