Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 286

Ikan Kerapu

Potensi sumberdaya kelautan Indonesia menyimpan kekayaan berlimpah baik berupa potensi hayati maupun non-hayati yang dimanfaatkan manusia sebagai usaha perikanan, pertambangan, obyek wisata dan jasa transportasi, guna  memenuhi kebutuhan hidup manusia. Artinya, sektor perikanan perairan, berprotensi bagi perkembangan dunia usaha khususnya sebagai sumberpangan dan komoditas perdagangan.
 
 
Anugerah (2002), memperkirakan potensi perikanan di perairan Indonesia sebesar 4,5 juta ton/tahun dan ZEE Indonesia sebesar 2,1 juta ton/tahun sehingga totalnya adalah 6,6 juta ton/tahun. Potensi tersebut meliputi sumberdaya ikan pelagis sebesar 3,5 juta ton/tahun, demersal sebesar 2,5 juta ton/tahun, tuna 166.000 ton/tahun, cakalang 275.000 ton/tahun, udang 69.000 ton/tahun dan ikan karang 48.000 ton/ha. Kondisi geografis NTT sebagai propinsi berkepulauan dengan luas wilayah daratan 47.349 km2 dan luas perairan 199.526 km2 yang tersebar di 566 pulau membuktikan bahwa propinsi NTT masih memiliki banyak potensi sumberdaya alam yang belum dikelola secara optimal.
 
 
Sumberdaya perikanan di perairan NTT, dapat diklasifikasikan menjadi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Perikanan tangkap seperti pelagis, demersal, ikan hias, udang dan kepiting sebesar 388,60 metrik ton/tahun dengan jumlah tangkapan yang diperoleh (JTB) sebesar 292,80 metrik ton/tahun. Sementara perikanan budidaya laut termasuk budidaya kerapu, rumput laut, mutiara dan teripang dengan potensi pengembangan sekitar 5.150 ha dan tingkat pemanfaatan baru mencapai 8,74% (450 ha). Sebagian besar hasil potensi yang ada masih dikelola secara tradisional karena keterbatasan sarana, pengetahuan dan modal.
 
 
Salah satu jenis ikan yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan adalah jenis ikan kerapu tikus (Cromileptes altivalis) karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dengan harga Rp.100.000,- – Rp.150.000,- per kilogram bagi ikan kerapu tikus hidup berukuran di atas 300 gram di tingkat pedagang pengumpul. Pemilihan lokasi untuk budidaya ikan kerapu memegang peranan yang santa penting. Permilihan lokasi yang tepat akan mendukung kesinambungan usaha dan target produksi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi untuk budidaya ikan kerapu ini adalah faktor resiko seperti keadaan angina dan gelombang, kedalaman perairan, bebas dari bahan pencemar, tidak mengganggu alur pelayaran; faktor kenyamanan seperti dekat dengan prasarana perhubungan darat, pelelangan ikan (sumber pakan), dan pemasok sarana dan prasarana yang diperlukan (listrik, telpon), dan faktor hidrografi seperti selain harus jernih, bebas dari bahan pencemaran dan bebas dari arus balik, dan perairannya harus memiliki sifat fisik dan kimia tertentu (kadar garam, oksigen terlarut).
 
 
 
Atas dasar pertimbangan di atas, maka kegiatan budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kupang ini dapat dikembangkan di wilayah perairan laut dan pantai Kupang Barat, Semau, dan Sulamu. Dari ketiga wilayah ini, dilihat dari faktor kenyamanan disarankan di Kupang Barat. Di samping itu, dekat dengan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Tablolong sebagai sumber benih ikan kerapu dan sarana dan prasarana.
Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and