Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, no array or string given in /home/kabkup01/public_html/kupang2010/2010/wp-includes/class-wp-hook.php on line 298

Bawang Merah

Secara nasional potensi sumberdaya lahan yang dimanfaatkan sebagai areal pengembangan jenis komoditas ini tercermin dari luas panen yang terus mengalami peningkatan dari 82.147 ha pada tahun 2001 meningkat menjadi 88.029 ha pada tahun 2003. Dari luasan tersebut, luas panen di NTT pada tahun 2003 seluas 4.201 ha sementara tahun 2005 menurun menjadi 2.093 ha. Untuk Kabupaten Kupang, luas areal panen komoditas bawang merah pada tahun 2004 seluas 1.532 ha. Ini berarti bahwa potensi sumberdaya lahan untuk mengembangkan komoditas bawang di tingkat wilayah dan masyarakat di Kabupaten Kupang cukup tersedia.
 
 
 
Pengembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Kupang juga berkaitan erat dengan pola pemanfaatan lahan terutama areal lahan kering dan tadah hujan. Dengan demikian untuk menduga ketersediaan areal potensial dapat ditelusuri melalui luasan areal lahan pada sebagian besar wilayah kecamatan penghasil utama. Tercatat sebaran lahan sawah di Kabupaten Kupang seluas 20.331 ha, di mana sebesar 34,24% (6.962 ha) merupakan lahan sawah tadah hujan, sementara lahan kering seluas 564.916 ha. Jika diasumsikan dan mendasarkan kenyataan tentang pola pemanfaatan lahan untuk pengembangan komoditas bawang merah, diduga bahwa tersedia areal potensial yang dapat digunakan sebagai basis pengembangan jenis komoditas bawang merah di
Kabupaten Kupang.
 
Data tahun 2004 menunjukkan bahwa pengembangan usahatani bawang merah di Kabupaten Kupang tersebar di 9 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada di kabupaten Kupang. Wilayah kecamatan tersebut adalah Sabu Barat, Sabu Timur, Semau, Kupang Barat, Kupang Tengah, Amarasi, Amarasi Selatan, Kupang Timur dan Sulamu. Analisis Keunggulan Dan Kelayakan Bawang Merah Dari ke sembilan wilayah kecamatan pengembangan tersebut dengan asumsi bahwa luas areal panen berkorelasi dengan luas tanam, maka lokasi terluas terdapat di Kecamatan Semau dan Sabu Barat (Tabel 2.1). Sementara untuk wilayah kecamatan lainnya relatif terbatas areal pengembangannya, di mana hampir sebagian besar petani mengembangkan komoditas bawang merah pada luasan yang terbatas dan bukan merupakan komoditas utama.
 
Powered by Kab.Kupang | Find Free wordpress themes 2012 | Thanks to Photo Printers, Premium Themes and