KEBERAGAMAN MERUPAKAN KEKUATAN BANGSA INDONESIA

   PENGUATAN PRANATA ADAT TINGKAT KABUPATEN KUPANG LEWAT PAGELARAN FESTIVAL BUDAYA
Berita/News    2019-09-16  08:35:18

gambar

Negara Indonesia merupakan negara yang sangat besar didunia dan memiliki kekayaan adat dan budaya yang sangat luar biasa. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia dan memiliki banyak ragam bahasa, suku, adat budaya dan agama. Keberagamanan bukanlah penghalang dan menjadi alasan perpecahanan, tetapi justru menjadi kekuatan bangsa yang harus dihargai, diapresiasi, sebagai entitas kehidupan yang baik dalam ke Bhineka Tunggal Ika dan persatuan bangsa. Demikian disampaikan Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Aisyah Gamawati saat pelaksanaan Festival Budaya bertajuk Penguatan Pranata Adat tingkat Kabupaten Kupang, Sabtu (14-09-2019) bertempat di Halaman Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi.

Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Aisyah Gamawati, Direktur Pelayanan Daerah Pasca Konflik Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Asrul Eliab, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Dalam Situasi Darurat,  Bupati Kupang Korinus Masneno, Waket DPRD Kab. Kupang Sofia Malelak De Haan, Sekda Obet Laha, Ketua TP PKK Kab. Kupang Ny. Damaris Masneno Mooy, Pimpinan OPD dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Kupang.

Lebih lanjut Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Aisyah Gamawati berpesan agar masyarakat NTT khususnya Kabupaten Kupang menguatkan dan membulatkan tekad, melangkah, berkomitmen bersama, serta meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menuju Kabupaten Kupang yang maju, mandiri dan sejahtera sesuai Visi Pemerintah Kabupaten Kupang. “Mari lestarikan nilai-nilai adat dan budaya, kita perkuat kelembagaan dan pranata adat dalam membangun Indonesia yang maju dan sejahtera, aman dan damai. Terima kasih kepada Bupati dan jajaran sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat Kab. Kupang,” Ujar Gamawati.

Pada kesempatan tersebut Gamawati menjelaskan salah satu tujuan Negara ialah mensejahterakan masyarakatnya. Upaya tersebut dilakukan melalui kebijakan melakukan urusan pemerintahan dan pembangunan Nasional dengan berpedoman pada program pembangunan Pemerintah RI dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi jelasnya, mengemban amanah melaksanakan program Nawacita ke 3 yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan Desa dalam kerangka NKRI. Dalam mewujudkan Nawacita tersebut dalam tahun 2015-2019 telah dikucurkan dana desa sebanyak 250 Triliun dan lima tahun kedepan menjadi diitngkatkan menjadi 400 T. Pemanfaatan Dana Desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat Desa. “Dengan Dana Desa selama 5 tahun pengucurannya telah dibangun jalan Desa sepanjang 191.600 km, lebih 1 jt meter jembatan, 8000 pasar unit desa, BUMDEs, embung, Paud, irigasi, MCK dan lain sebagainya,” jelas Gamawati.

Menilik data yang ada, dirinya mengapresiasi pengelolaan Dana Desa di 160 Desa yang ada di Kabupaten Kupang yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat banyak dengan penyerapannya mencapai 99,35 % dari total anggaran 553,97 Miliar selama 5 tahun. “Terima kasih pak Bupati sudah mendukung Pemanfaatan Dana Desa menjadi sangat bermanfaat dan berguna untuk menunjang ekonomi masyarakat Desa. Lewat Dana Desa sudah terbangun Pasar Desa, Tambatan perahu, Irigasi, Sarana Olahraga Desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat pembuatan MCK,  sarana air bersih, posyandu dan lain sebagaianya. “Atas nama Kementerian PDT saya memberikan apresiasi kepada Bupati dan jajarannya, para Kades dan masyarakat yang telah memanfaatkan dana desa secara baik. Bangun terus kerjasama, gotong royong, kekeluargaan dan rasa damai di Kabupaten Kupang karena keberhasilan pembangunan bisa berjalan dengan baik jika suasana disini aman, damai,” Jelas Gamawati. Terkait dengan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Kupang seperti pengembangan pariwisata, pertanian seperti tanaman jagung, dirinya ingatkan untuk masukan proposal untuk menjadi perhatian dan dapat diberikan dukungan yakni produk andalan, pengembangan desa-desa wisata dan tahun 2020 demi mendukung kabupaten kupang maju dan sejahtera.

Diakhir sambutannya tidak lupa wanita separuh baya tersebut yang memakai baju putih berpadu motif Amarasi menyairkan sebuah Pantun:

Suasana kab.kupang yang padat, terasa ramai dan penuh cahaya.

Melalui peran aktif pranata adat terwujud masyarakat yang damai dan peduli.

 

Sementara itu Bupati Kupang Korinus Masneno dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus atas perhatian yang diberikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Kabupaten Kupang. Dijelaskan Masneno, perhatian Pemerintah pusat sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan sumbangsih pikiran dan dukungan pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang semakin maju dan sejahtera. “Terima kasih ibu Dirjen dan jajaran sudah datang dan berkarya di Kabupaten Kupang yang kita cintai dan merupakan bagian terdepan NKRI di mata negara lain, untuk membangun, berkarya bersama masyarakat Kab. Kupang. Membangun budaya jelas Bupati Masneno sangat penting sebagai benteng ketahanan masyarakat dalam menyikapi konflik dinamika sosial di Indonesia yang berkembang pesat lewat perkembangan informasi. Melalui budaya yang kuat dan semangat persatuan masyarakat menjadi benteng utama terciptanya suasana aman, damai dan kondusif, di kab. Kupang sebagai bagian tak terpisahkan dalam NKRI.
——-

Berdasarkan pantauan lapangan, Beragam kegiatan yang dilaksanakan Selama 2 Hari, (13-14 September 2019) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berkerjasama dengan Pemkab Kupang diantaranya pertemuan lintas tokoh, Camat dan Kades dari berbagai Kecamatan melalui Forum Perdamaian di Kupang, Karnaval Budaya yang diikuti oleh ASN, masyarakat dan Pelajar dari berbagai Sekolah melintasi jalan Timor Raya di Kelurahan Naibonat, dan  ditutup dengan diselenggarakannya Festival budaya di Halaman Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi.