BENGKEL KREATIF KERAJINAN TANGAN

   Wakil Bupati Kupang Mengikuti Kegiatan Penutupan Pembekalan Wirausaha Tenaga Kerja Mandiri Tahun 201
Berita/News    2019-10-02  10:58:09

gambar

Hadir juga dalam kesempatan ini Kadis Nakertrans Kab.Kupang Kristian Koroh, Sekretaris Perindag Kab.Kupang Yohanis Eki , Kapolsek Kupang Tengah, Pimpinan Bank NTT (yang mewakili), Sekcam Kupang Tengah, Lurah Tarus, Instruktur dan Peserta Pembekalan Wirausaha Tenaga Kerja Mandiri,para wartawan dan para undangan . 
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 30 September 2019 di Kantor Lurah Tarus .

Dalam rangka mengurangi pengangguran, pemerintah pusat telah menetapkan program peningkatan kesempatan kerja bagi pencari kerja atau yang sedang merintis suatu usaha sebagai program prioritas. Pada anggaran tahun 2019 pemerintah Kab. Kupang mendapat alokasi sebanyak 3 paket bantuan fasilitas usaha skala kecil bagi kelompok usaha pemula yang berbakat dan memiliki jiwa berwirausaha. Salah satunya yaitu kelompok pemuda kreatif Gatra Kelurahan Tarus. Tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan lapangan kerja baru guna mengurangi tingkat pengangguran.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe menyampaikan bahwa meningkatnya angka pengangguran yang cukup tinggi di hampir semua strata pendidikan dan semua wilayah yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan antara pertambahan angkatan kerja baru setiap tahun dan pertumbuhan lapangan kerja sangat sedikit . 

Mencermati kondisi ketenagakerjaan seperti ini, pemerintah Kab. Kupang bersama pemerintah pusat berupaya melakukan berbagai kebijakan dan program dalam rangka meningkatkan program dan produktifitas tenaga kerja dengan berbagai terombosan antara lain menciptakan wirausaha baru  melalui pembekalan tenaga kerja mandiri agar mampu memanfaatkan potensi dirinya dan sumber daya alam yang ada disekitarnya sehingga menghasilkan produk baru yang inovatif dan memiliki prospek pasar.

Kreatifitas  dan inovasi yg telah dilakukan pemuda kreatif Gatra Tarus difasilitasi oleh pemerintah pusat melalui Disnakertrans juga Disperindag yang telah ditunjukan oleh generasi muda sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pemecahan masalah pengagguran di Kab. Kupang yang diakibatkan oleh kurangnya  ketrampilan dan rendahnya jiwa wirausaha para pencari kerja . 

Jerry Manafe mengatakan, "saya harapkan agar Karang Taruna Gatra Kelurahan Tarus menjadi pemicu tumbuhnya wirausaha pemula menjadi wirausaha handal yang memiliki daya saing dan kompetitif serta kooperatif dipasaran dengan skill yang terus ditingkatkan serta naluri bisnis yang terus diasah. Saya yakin produksi kerajinan tangan dari pemuda Gatra Tarus yang mulai dirintis dan kelompok  usaha lain yang ada disekitaran Tarus akan mampu bersaing dipasar kota Kupang dan segmen pasar lainnya di sekitaran Kab. Kupang oleh karena posisi Tarus yang sangat strategis. "

Sebelum mengakhiri sambutannya, Jerry Manafe mengatakan bahwa Karang Taruna Gatra ini adalah orang-orang yang serius mau melakukan sesuatu untuk merubah pola hidup menjadi sesuatu yang lebih bernilai. "Saya harapkan momen ini jangan disia-siakan apalagi sudah difasilitasi oleh pemerintah lewat Disnakertrans maupun Disperindag serta dukungan dari Bank NTT, saya pikir ini ada satu prospek yang bagus .  "

Wakil Bupati Jerry Manafe  berharap dari hasil kerajinan ini jangan terputus, juga dari Dinas Nakertrans dan perindustrian untuk bisa dibantu sesuai dengan proposal  dan jika sudah sesuai proposal berarti tidak ada alasan untuk Gatra tidak melakukan sesuatu yang baik. Beliau mengatakan bahwa jangan cepat puas terhadap sesuatu yg sudah ada dan jangan menunggu bantuan, mulailah bekerja karena bantuan pasti akan datang dengan sendirinya.

Kadis Nakertrans Kris Koroh juga mengatakan bagaimana membangun jejaring kerja, jika sudah berwirausaha bukan hanya dengan pemerintah tapi dengan sesama rekan wirausaha. Untuk mendapatkan kepercayaan , seorang wirausahawan tidak boleh pesimis bahwa tidak bisa melakukan sesuatu, tapi harus berpikir optimis terhadap usahanya, dan terus membangun kepercayaan. Jika sudah promosi, hati-hati dengan kontinitas produksi.