Kenali Kain Adat (SEMBIHUTUS) Helong NTT

Kenali Kain Adat (SEMBIHUTUS) Helong NTT

Teropongdanil-Semau- SEMBIHUTUS Adalah Kain Adat Nusa Bungtilu atau lebih dikenal dengan pulau Semau. Pulau Semau adalah sebuah pulau kecil yang terletak di bagian barat pulau Timor.
 
Pulau ini terdiri atas dua pemerintahan kecamatan, yaitu kecamatan Semau (Utara) dan Kecamatan Semau Selatan. Pulau Semau termasuk pemerintahan Kabupaten Kupang.
 
Nusa Bungtilu adalah nama asli Pulau Semau. Itu memiliki arti sebagai Pulau Bunga Tiga Warna. Bunga di sini bukan bunga yang biasanya kita kenal, tetapi kapas yang dipakai untuk menenun kain adat. 
 
Adapun kain adat yang dipakai disini adalah kain yang dipakai untuk kegiatan adat tertentu. Ketiga warna tersebut adalah warna hitam, putih dan merah.

kain adat helong
Kain adat helong
Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dengan motif daerah, Helong
 
Nusa Bungtilu bisa juga disebut sebagi cikal bakal terbentuknya tenun adat dari beberapa suku di Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana tiga warna yang dimaksud adalah tiga warna kain adat dari suku Helong (penduduk asli).
 
Kemudian ada juga suku Timor dan suku Rote. Untuk Suku Helong warna dominan kain adatnya adalah warna putih (di antara warna merah), dan Suku Timor warna dominan kain adatnya adalah warna merah. Sedangkan untuk kain adat Rote warna dominan adalah hitam.
 
Nusa Bungtilu bisa dibilang menampung beberapa suku. tetapi sebenarnya suku asli Pulau Semau atau Nusa bungtilu adalah Suku Helong. Sedangkan suku yang lain, banyak juga di Pulau Semau adalah Suku Rote.
 
Pulau Semau memiliki banyak sekali potensi yang sebenarnya belum dapat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Tetapi walaupun demikian kalau diperhatikan lebih dekat maka potensi yang dimiliki pulau tersebut adalah kaya budaya karena terdiri atas beragam suku.
 
Bukan hanya itu, melainkan potensi yang lain pun sebenarnya ada disana. Itu adalah pertanian, peternakan dan kelautan.
 
By Anak Daerah : Maklon Hatti Mestuni dari Lokasi Desa Letbaun, Pulau Semau, Kupang, Nusa Tengga Timur. (*DanilTakpala)