Pengrajin Sasando

Rumah sederhana tersebut dikenal sebagai tempat perajin sasando, berada di Oebelo Puluti, Kabupaten Kupang Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jaraknya 20 km, dapat ditempuh selama 45 menit dari Kota Kupang. Kalau berpelesir ke Kupang, jangan lupa mengunjunginya.

Masyarakat Oebelo kebanyakan adalah petani garam. Hal tersebut bisa dilihat kala melintasi sepanjang jalan besarnya. Tepi jalan dihiasi dengan garam yang dipasarkan dalam bentuk sokal (sejenis tabung panjang yang bahannya terbuat dari daun lontar). Daun lontar memang menjadi komoditas yang banyak digunakan di Kupang. Selain bisa dirubah menjadi berbagai macam tempat penyimpanan, di sini anyaman daun lontar juga biasa digunakan sebagai atap rumah, karpet, bahan rumah gubuk juga kerajinan yang biasa di pakai oleh Jeremias Pah, seorang perajin dari Bengkel Perajin Sasando.

Jeremias bukanlah orang Oebelo asli. Ia sebenarnya berasal dari Rote, tempat asal alat musik tradisi sasando berasal. “Silakan masuk, di belakang biasa kami buat sasando,” ajak Jeremias dalam bahasa Rote pada kami saat ditemui di rumah Perajin Sasando. Jeremias tak lancar berbahasa Indonesia. Tempatnya cukup luas tetapi tak tertata rapi, atap rumah berhias daun lontar, sedang alasnya adalah tanah langsung.

Sebelum memperlihatkan cara membuat sasando, Jeremias memainkan alat musik ini sebentar sambil bernyanyi, menunjukkan kebolehannya. Syahdu, kami larut dalam petikan sasando yang ia mainkan. “Bermain sasando sesuai tradisi haruslah memakai pakaian seperti ini,” ujar Jeremias menunjukkan pakaian yang sedang ia gunakan. Kemeja dengan balutan sarung berbahan kain tenun lengkap dengan syal bermotif tenun Rote, di mana hitam menjadi dasarnya beserta topi adat Ti’I Langga yang juga berbahan dasar daun lontar.

Puas memainkan sasando, Jeremias mulai menunjukkan cara membuat sasando. Bagian tengah sasando adalah tabung panjang yang terbuat dari bambu. Bambu ini kemudian dipasangkan senar yang direntangkan dari atas ke bawah. Tiap petikan senar menghasilkan nada yang berbeda-beda. Lalu melengkapi sentuhan cantiknya, bambu tersebut ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang ditekuk setengah lingkaran, gunanya sebagai tempat resonansi.

Begitulah kesibukan Jeremias, hampir tiap hari waktunya dihabiskan dalam bengkel ini sejak tahun 1960-an. Selain menjadi perajin ia pun biasa menjadi tenaga pengajar panggilan. ”Pernah saya dipanggil oleh mahasiswa Jepang yang sedang berkunjung ke Jogja, hampir mereka tak percaya alat musik ini bisa memainkan nada-nada secara lengkap," katanya.

“Di Nusa Tenggara Timur sendiri, sasando dimainkan untuk beberapa keperluan seperti menghibur kerabat atau orang yang berduka cita, sebagai pengiring tarian dan upacara adat, menyambut tamu penting, atau sekadar alat musik penghibur,” kata Jeremias.

Tapi belakangan, sasando memang banyak dinikmati sebagai musik penghibur. “Tak banyak yang bisa memainkan alat musik ini dengan baik. Saya sendiri mencoba mewariskan kemampuan pada semua anak saya,” ujar ayah dari salah satu pemain sasando Indonesia, Berto Pah ini.

Memainkan sasando sudah dilakoni sejak ia muda dan menetap di Rote dahulu, sayang karena jaraknya yang jauh dari kota banyak orang enggan datang ke sana. “Sulit untuk melestarikan di sana, saya harus pindah ke sini agar wisatawan dari kota bisa lihat, membeli ataupun belajar di sini,” tuturnya

Kini, di usianya yang tak lagi muda, Jeremias tetap bertekad melestarikan sasando hingga ke mancanegara. Selain Berto Pah yang kita kenal lewat ajang pencarian bakat televisi, anaknya Jack dan Djitron juga mewarisi bakatnya. Bahkan kini, Jeremias dan Djitron lalu mengembangkan Sasando elektrik. “Bisa dibilang saat ini, saya adalah pemain sasando tertua di Indonesia, untuk itu tahun 2008 saya juga mendapat piagam penghargaan dari Presiden,” tambah lelaki kelahiran tahun 1939 ini sambil menunjukkan rak dengan isi piala di atasnya. Di sana juga terdapat piala bergilir untuk Festival Sasando juga dari Presiden dan beberapa Festival lainnya.

Selain Sasando elektrik, Jeremias juga membuat beberapa jenis sasando. Mulai dari 10 senar hingga 56 senar yang dibuatnya selama 5 hingga 15 hari. Harganya pun variatif, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 3.500.000.

Oebelo, kini di sini lah ia ingin menghabiskan masa tuanya, di mana orang lebih mengenalnya karena sasando, alat musik yang biasa ia buat dan mainkan.

Sumber: kompas.com



Destinasi Terbaru
Card image cap
Pengrajin Sasando

Rumah sederhana tersebut dikenal sebagai tempat perajin sasando, berada di Oebelo Puluti, Kabupaten Kupang Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jaraknya 20 km, dapat ditempuh selama 45 menit...

Card image cap
Monumen Australia

Monumen ini terletak di Kecamatan Kupang Timur tepatnya di Desa Oesao 28 km dari Kota Kupang atau 8 km dari Oelamasi Kabupaten Kupang. Monumen ini dibangun oleh Pemerintah Aus...

Card image cap
Taman wisata alam Camplong

Taman wisata alam Camplong merupakan kawasan Alam yang terletak di Desa Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang . Taman wisata lokasi persis di pinggir jalan nasional...

Card image cap
Mata Air Belerang Oh Aem

Mata air berelang ini merupakan salah satu potensi di amfoang selatan yang Bisa di kembangkan menjadi sebuah lokasi wisata. Selain karena khasiat dari air belerang ini untuk k...

Card image cap
Pantai Tablolong

Pantai Tablolong Pantai ini memiliki hamparan pasir yang yang indah, terletak di Kecamatan Kupang Barat serta di sekitar Pantai terdapat perkampungan nelayan. Pantai ini mer...

Card image cap
Pantai Puru

Pantai Puru terletak di  kecamatan Merbaun Kabupaten Kupang. Pantai yang berjarak 11 km dari pasar Baun atau 36 km dari Kota Kupang kini selaku ramai dikunjungi setiap akhir pekan. Cukup 1 jam pe...

Card image cap
Pantai Otan

Pantai OTAN (Pulau Semau)  merupakan Objek wisata di Kecamatan Semau  yang sudah sejak lama di kunjungi wisatawan Asing maupun lokal, Pantai yang masih asli mem...

Card image cap
Pantai Liman

  Pantai LIMAN merupakan Objek wisata di Kecamatan Semau Selatan yang akhir-akhir ini selalu di kunjungi wisatawan Asing maupun lokal, Pantai yang masih asli memb...

Card image cap
Gua Kristal Di Kupang Barat

Gua Kristal  terletak di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.Berjarak ± 10 km dari Kota Kupang. Gua yang dipenuhi dengan stalatik yang merupakan hasil endapan kapur yan...

Card image cap
Air Terjun Tesbatan

Air Terjun Tesbatan berada di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. Berjarak kurang lebih 50 Km dari Kota Kupang. Untuk mencapai ke lokasi disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena air terjun in...

Card image cap
Gua Oenaek

Gua Oenaek merupakan gua yang terbentuk secara alami. Menurut sejarah dulunya gua ini bernama ” Bola Oenaek Futun”  yang artinya Lubang Kepala Mata Air. Gua ini dipercaya oleh masyara...

Card image cap
Kolam Baumata

Kolam ini letaknya diwilayah Desa Baumata kec. Taebenu dengan jarak tempuh ± 11 km dari kota kupang atau 47 Km dari ibu kota kab. Kupang di oelmasi. Air kolam renang Baumata berasal dari seb...


Tips Wisata Kab. Kupang
Tentukan tempat tujuan wisata

Memastikan urutan skala prioritas bila tempat yang dituju lebih dari satu. Putuskan bersama-sama bila berwisata secara kelompok atau keluarga.

Kumpulkan informasi

Mulai Hotel, tarif, dan teleponnya. Tentukan dimana Anda mau makan menikmati kuliner. Dapatkan brosur dan peta lokasi tujuan. Termasuk Agen wisata. Semuanya sesuaikan dengan budget keuangan And

Jaga tubuh tetap sehat dan prima

Makan dan tidur teratur dengan pola hidup sehat. Sebab saat berwisata kondisi badan haruslah tetap bugar.

Kategori
Kategori
Wisata Alam

Keindahan Alam, Panorama, Gunung, Taman, Gunung, Gua

Kategori
Wisata Bahari

Diving,Surfing, Sungai, Air Terjun

Kategori
Wisata Minat Khusus

Bangunan, Religi, Monumen Bersejarah, Benteng


Video Pariwisata
Generic placeholder image
Tenun Ikat Amarasi Selatan (Suit-Buraen) , Kab.KUPANG-NTT.
Generic placeholder image
Tarian Lingae dari semau (suku helong)
Generic placeholder image
Indahnya Pantai Liman, Pulau Semau, NTT
Generic placeholder image
Pulau Semau - Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Galeri Foto
Generic placeholder image
Manikin
Generic placeholder image
Pantai Puru
Generic placeholder image
Pantai Liman

Agenda Wisata
Agenda Pict
Pameran Pembangunan NTT

Bimoku-Lasiana Kota Kupang, 2017-08-10 - 2017-08-19

Agenda Pict
Pacuan Kuda Baubau

Bau-bau, 2017-08-01 - 2017-08-30


SUBSCRIBE

?>